Thursday, November 27, 2008

Mengenal Cc: dan Bcc: Ketika Menggunakan Email

Mengirimkan pesan menggunakan surat elektronik (email) bagi beberapa orang bisa jadi menjadi rutinitas dalam pekerjaan. Ada kalanya kita mengirimkan email tersebut dengan beberapa kondisi pengiriman yang berbeda, misalnya:
  • Mengirimkan email kepada satu orang
  • Mengirimkan email untuk beberapa orang sekaligus, atau
  • Mengirimkan email kepada seseorang/beberapa orang sekaligus dan juga mengirimkannya sebagai terusan untuk penerima lain.
Ketika mengirimkan email, salah satu kolom isian yang harus diisi adalah penerima. Ada beberapa pilihan isian antara lain: To:, Cc:, dan Bcc:. Namun, seringkali tidak banyak yang memaksimalkan fungsi-fungsi tersebut.

Nah, apakah perbedaan dari ketiga istilah diatas? Berikut beberapa informasinya:

  • To: Disinilah kita mengetikkan alamat tujuan pengiriman email. Kita dapat mengirimkan sebuah alamat email saja, atau sekaligus beberapa alamat. Setiap alamat email bisa dipisahkan dengan tanda koma (,).
    Misalnya: penerimasatu@domain.com, penerimadua@domaindua.com, dan seterusnya. Dalam konteks tersebut, penerima satu dan dua akan tahu kepada siapa saja email tersebut dikirimkan.
  • Cc: Ini merupakan kependekan dari “Carbon Copy”. Ini mirip dengan istilah pertama diatas. Bedanya terlihat kepada kesan kepada siapa email utama ditujukan; dan kepada siapa salinan email juga akan dibaca. Penerima yang dituliskan dalam kolom To: akan dapat melihat alamat email penerima lainnya, dan begitu juga sebaliknya. Penggunaan seperti ini biasanya digunakan ketika kita ingin memberitahukan pihak lain ketika kita mengirimkan email kepada penerima utama.
    Contoh: Saya ingin berkirim email kepada Pak Agus, dan saya ingin pula Pak Bambang menerima salinan email tersebut. Pak Agus tahu bahwa email saya juga dikirimkan ke Pak Bambang (sebagai salinan), dan begitu juga sebaliknya dengan Pak Bambang.
  • Bcc: Kependekan dari “blind carbon copy”. Sedikit berbeda dengan Cc: seperti dijelaskan diatas. Disini, semua penerima yang dituliskan dibagian Bcc: tidak tahu kepada siapa saja email tersebut dikirimkan. Seolah-olah, email tersebut dikirimkan satu per satu ke setiap penerima. Padahal, kita hanya mengirimkan satu kali, langsung kebeberapa penerima. Satu-satunya alamat email lain yang terlihat adalah alamat email pada kolom To:. Untuk menghindari supaya tidak ada alamat email lain yang terlihat (selain alamat email Anda sendiri), Anda bisa memasukkan alamat email Anda sendiri pada kolom To:, kemudian masukkan alamat email penerima lain dalam kolom Bcc:.

Semoga lebih jelas perbedaan dari istilah-istilah tersebut.

Wednesday, November 26, 2008

Kalkulator di Command Prompt

Tahukah Anda, jika Anda dapat melakukan proses perhitungan matematika di Command Prompt? Berikut caranya.
1. Buka Command Prompt dengan mengklik [Start] > [All Programs] > [Accessories] > [Command Prompt] atau dengan mengklik [Start] > [Run], ketikkan “cmd”, lalu tekan [Enter].
2. Di jendela command prompt, ketikkan perintah dengan sintaks “set /a nama_variable=ekspresi_matematika”. Contohnya begini: “set /a total=(100+50)/2”.
3. Kalau contoh itu yang Anda masukkan muncullah “75” sebagai hasilnya.
Anda dapat melakukan berbagai operasi matematika, seperti penambahan (+), pengurangan (-), perkalian (x), pembagian (:), serta kombinasi dari operasi-operasi tersebut. Untuk mendapatkan informasi tambahan mengenai perintah set, Anda dapat mengetikan “set /?” lalu tekan [Enter]. Selamat mencoba.

Bubuhkan Nomor Halaman pada Notepad

Ada cara untuk memberikan nomor halaman pada dokumen yang dibuat dengan si penyunting teks yang amat sederhana bernama Notepad. Caranya seperti ini.

1. Setelah dokumen dibuka dengan Notepad, klik menu [File] > [Page Setup].

2. Setelah mengisi “Paper Size”, “Paper Source”, “Orientation”, dan “Margins”, sekarang lihatlah pada ”Header” dan “Footer”.

3. Jika Anda ingin membubuhkan halaman pada bagian atas halaman, isilah bagian Header. Tapi, kalau Anda ingin nomor halaman muncul di bawah, isikan “Footer”. Isikan salah satu (atau keduanya) dengan “&p”. Anda bisa juga mengisikannya dengan “Halaman &p” agar ketika dokumen dicetak, muncul “Halaman 1”, “Halaman 2”, “Halaman 3” dan seterusnya.

4. Nomor halaman biasanya muncul di tengah. Bila Anda ingin menampilkan halaman tersebut di bagian kiri, maka bubuhkan lagi “&l”. Kalau mau di tengah bubuhkan “&c” atau “&r) untuk membubuhkan nomor halaman di kanan. Contoh penulisannya jadi begini: “&l Halaman &p”.

5. Bukan hanya nomor halaman yang bisa dimunculkan. Anda juga bisa membubuhkan nama file. Bubuhkan “&f” untuk menampilkan nama file. Tambahkan “&t” untuk membubuhkan waktu pembuatan file.

Mengatasi masalah proses defrag

Kadang-kadang, ketika kita sedang melakukan defrag harddisk, muncul pesan “Error Defragmenting Drive C, Windows cannot finish defragmentting this drive because it has encountered a problem. Click Help and carry out the instructions for running Scan Disk, and then try defragmenting again”. Setelah itu, proses defrag berhenti.

Jangan langsung panik! Ikuti dulu saran yang diberikan Windows pada pesan kesalahan tadi, yakni menjalankan Scan disk untuk memeriksa kondisi harddisk. Begitu Scan disk selesai, coba defrag lagi.

Nah, kalau saran Windows sudah dijalankan, tetapi harddisk masih emoh di-defrag, ikuti trik ini.
1. Klik [Start] > [Settings] > [Folder Options…].
2. Pilih tab [View], kemudian klik opsi [Show all files].
3. Tekan [OK] untuk keluar dari jendela “Folder Options”.
4. Klik [Start] > [Find] > [Files or Folders].
5. Ketik “applog” pada kolom “Name:”, dan pada combo box “Look in:” pilih drive [C].
6. Beri tanda centang pada kotak [Include subfolders].
7. Lakukan pencarian dengan mengklik [Find now].
8. Setelah pencarian berakhir, hapuslah semua file yang ditemukan (kecuali folder C:-WINDOWS-applog) kemudian klik ganda folder applog dan hapus seluruh isi folder yang ada di dalamnya.
9. Tutup jendela pencarian dan jalankan kembali Disk Defragmenter.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger | Anangss | Technology Tips